
Aparaturindonesia. Com Labuhanbatu – Kini kembali lagi Maraknya praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah dua kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, terus menuai keresahan masyarakat akibat kelangkaan solar dan pertalite. Para pelaku dilaporkan beroperasi secara terang-terangan dengan memborong BBM subsidi menggunakan jeriken maupun kendaraan yang telah dimodifikasi (mobil tangki siluman) untuk dijual kembali demi keuntungan pribadi.
Berikut adalah beberapa titik dan modus operandi mafia BBM di Labuhanbatu yang dihimpun dari laporan media dan keluhan warga:
* Kerja Sama dengan Oknum SPBU: Para “pelangsir” atau mafia minyak kerap diduga bekerja sama atau “main mata” dengan petugas dan pengelola SPBU. Saat masyarakat umum hendak mengisi BBM, petugas sering berdalih stok telah habis, namun setelahnya kendaraan modifikasi bebas melakukan pengisian.
* Pengisian Skala Besar Malam Hari: Transaksi ilegal ini marak dilakukan pada waktu tengah malam hingga menjelang subuh menggunakan tumpukan jeriken untuk meminimalisir perhatian publik, meski beberapa lokasi juga terpantau beroperasi siang hari.
* Penimbunan di Baby Tank: Setelah dibeli dari SPBU menggunakan jeriken, BBM dikumpulkan di lokasi penimbunan khusus dengan menggunakan wadah baby tank sebelum didistribusikan ke industri atau pihak lain.
* Labuhanbatu menjadi sorotan setelah sopir kendaraan operasional kerap kehabisan solar bersubsidi akibat aktivitas mobil siluman.sabtu 17/10/2026 malam
Seperti
* Bilah Hilir & Panai Hilir: Aktivitas mafia BBM diduga telah berjalan mulus selama bertahun-tahun tanpa ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH) setempat.
* Bilah Hulu: Sempat beredar video amatir di Instagram yang memperlihatkan dugaan praktik mafia minyak secara transparan di SPBU wilayah Pematang Seleng, Aek Nabara.
* Labuhanbatu Utara: Seorang warga berinisial AS alias HS di Kecamatan Kualuh Selatan diduga menjalankan bisnis pengepul solar subsidi ilegal menggunakan kendaraan Colt Diesel selama bertahun-tahun.
Kelompok masyarakat, lembaga investigasi seperti FPLR, forum pemerhati labuhanbatu raya hingga masyarakat telah berulang kali mendesak pihak Polres Labuhanbatu, Polda Sumatera Utara, dan pihak Pertamina untuk melakukan investigasi mendalam. Warga berharap ada sanksi tegas berupa penutupan SPBU yang nakal serta penangkapan para aktor intelektual di balik jaringan mafia minyak ini agar alokasi subsidi BBM bisa tepat sasaran bagi masyarakat kecil.
Apakah Anda membutuhkan informasi mengenai cara melaporkan kecurangan SPBU langsung ke Pertamina, patra niaga atau ingin mengetahui perkembangan hukum terbaru terkait penindakan kasus mafia BBM di lokasi SPBU yang ada di labuhanbatu ini?
(#)






