Diduga Penyuling minyak siang malam di SPBU 14.214.221 Bulu cina bebas dari hambatan Hukum ada apa ya?
Aparaturindonesia.com labuhanbatu – Sumut Ditengah Kondisi BBM Langka di labuhanbatu, Ditemukan marak nya penyulingan BBM Bersubsidi Jatuh ke Tangan Mafia Migas yang memiliki mobil pribadi juga sepeda motor seperti di Setiap SPBU 14.214.221 bulu cina yang ada di kecamatan.rantau selatan kabupaten labuhanbatu
udang diduga menimbun BBM Jenis Solar dan pertalite di Ditengah Masyarakat terseok Seok mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.214.221 untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) ditemukan dugaan aktivitas penimbunan BBM jenis solar dan pertalite bersubsidi di Jalan lintas besar bulu cina, Kecamatan rantau selatan, Kabupaten labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut).
Pantauan wartawan dilapangan, sejak dua hari terakhir, tepatnya SPBU 14.214.221, Bulu cina warga mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak. BBM langka turut diperparah atas adanya dugaan pelangsir BBM ilegal di SPBU 14.214.221 yang tersebar di Kabupaten labuhanbatu
Dampaknya, warga rela mengantre panjang untuk mendapatkan BBM yang disubsidi pemerintah itu.
Ironisnya, dugaan kejahatan ekonomi yang “disunat” dari BBM Subsidi pemerintah yang diperuntukkan untuk masyarakat disinyalir telah berpindah tangan ke tangan oknum mafia migas sehingga warga kesulitan untuk memperoleh BBM.
Polanya pun terendus dengan cara melangsir dari SPBU 14.214.221 dengan harga subsidi, sedangkan oknum mafia migas tersebut menjual kembali ke sejumlah perusahaan dengan harga industri.
Selain dugaan penimbunan BBM ilegal, keberadaan tersebut juga menuai sorotan dari masyarakat
Berdasarkan penelusuran tim awak media aparaturindonesia.com dan keterangan warga sekitar, para penyuling yang tidak jauh dari SPBU 14.214.221 itu diduga digunakan sebagai tempat pelangsiran pertalite yang memakai mobil juga sepeda motor dan bio solar dalam skala besar.
Diduga kuat penyulingan BBM jenis pertalite dan bio solar dilakoni guna meraup keuntungan lebih dari celah harga tinggi seperti pertalite perjerigen seharga 230 ribu per 30 liter dan bio solar seharga 9000 sampai 10000 rupiah perliter nya sehingga subsidi yang terpaut jauh dari harga BBM Solar industri.dan pertalite
Terpantau, aktivitas keluar masuk kendaraan pengangkut BBM kerap terlihat, menjadi pemandangan yang lazim diareal lokasi.SPBU 14.214.221 Tersebut
“penyuling itu sudah lama berdiri di SPBU 14.214.221 Bulu cina dan dipakai untuk keuntungan pribadi bio solar.pertalite Setahu kami, lokasi itu kerap dijadi kan bisnis oleh karyawan juga mandor SPBU 14.214.221” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya agar dirahasiakan kru media ini, jum’at (23/10/2026).
Secara hukum, penyuling minyak subsidi tersebut tanpa hak yang sah dari pihak SPBU 14.214.221 Bulu cina
Sementara dari sisi aktivitas BBM, dugaan penimbunan bio solar dan pertalite tanpa izin jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Dalam Pasal 53 huruf c UU Migas, disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan penyimpanan BBM tanpa izin usaha dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda hingga Rp30 miliar.
“Kalau terjadi kebakaran atau ledakan, dampaknya bisa ke mana-mana. Rumah warga berhimpitan, ini sangat berbahaya,” ujar warga lainnya.
“Kami heran, kenapa bisa aman terus.di kabupaten labuhanbatu Katanya ada dugaan yang membekingi,”sehingga para penyuling dari simundol kabupaten Padang lawas dengan menguna kan sepeda motor Verza putih dan hitam ujar salah satu pemain.yang saling busuk membusuk kan
Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, kru media aparaturindonesia.com ini masih berupaya memintai pernyataan resmi dari pihak Pertamina maupun Aparat Penegak Hukum terutama krimsus Polda Sumut agar turun kelokasi dugaan penyuling BBM skala besar tersebut.
Masyarakat sekitar mendesak aparat Kepolisian,juga TNI, serta instansi terkait seperti Pertamina dan Pemerintah Daerah untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan penyulingan BBM subsidi yang ada di SPBU 14.214.221 bulu cina ini.
Masyarakat berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas dan transparan, tanpa pandang bulu, demi menjaga keselamatan lingkungan dan mencegah potensi gangguan di kawasan permukiman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan TNI setempat belum ada memberikan Tindakan resmi terkait keberadaan jarak nya penyulingan minyak subsidi tersebut.
Sementara itu, kru media aparatindonesia.com ini mencoba mengkonfirmasi ke mandor SPBU nya selalu mengelak dan takut memberi kan jawaban yang berada di Jalan lintas, Bulu cina Kecamatan Rantau selatan.
Penulis
(#)






