DPP GMNI Desak Menteri Kehutanan Bertanggung Jawab dan Tetapkan Langkah Konkret Penanganan Karhutla

DPP GMNI Desak Menteri Kehutanan Bertanggung Jawab dan Tetapkan Langkah Konkret Penanganan Karhutla

 

Jakarta, 19 Oktober 2026 — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Bidang Kehutanan menyampaikan “penghargaan” satire kepada Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni atas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai lebih sibuk di meja rapat daripada di lapangan.

Penghargaan simbolis ini disampaikan sebagai bentuk kritik terhadap kinerja kementerian yang menurut Arjun Munthe belum sebanding dengan skala bencana.

Ketua DPP GMNI Bidang Kehutanan, Arjun Munthe, menyebut Menteri Kehutanan konsisten dalam satu hal.

“Musim karhutla selalu datang tepat waktu, dan kesiapan kita selalu datang terlambat. Kalau ada lomba kunjungan kerja, Kemenhut layak juara. Sayangnya, rakyat tidak menghirup foto kunjungan, sampai saat ini masyarakat Indonesia khususnya di lingkaran kawasan kebakaran menghirup asap, bahkan asapnya sudah sampai di luar Pulau Kalimantan,” ujarnya.

Bung Arjun mencatat, Indonesia menjadi negara penghasil emisi karhutla terbesar di dunia pada periode 1–14 Oktober 2026. Rata-rata emisi harian Indonesia mencapai 2,93 juta ton karbon per hari, melampaui Brasil yang berada di posisi kedua dengan 892 ribu ton karbon per hari.

Sementara pada Senin, 12 Oktober 2026, wilayah Kalimantan Tengah mencatat 5.938 titik panas. Angka tersebut menjadikan Kalimantan Tengah sebagai provinsi dengan kepungan hotspot karhutla terbanyak dan terparah di skala nasional, dari total 17.108 titik panas yang terdeteksi di seluruh Indonesia.

Asap karhutla menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan masyarakat dan potensi dampak lintas batas. Kondisi serta skala dampaknya perlu dinilai berdasarkan data kualitas udara, laporan otoritas terkait, dan informasi resmi mengenai gangguan penerbangan.

Di tengah situasi itu, Ketua DPP GMNI Bidang Kehutanan menilai pernyataan pejabat kementerian justru menambah tanda tanya.

Menteri Kehutanan menyebut 99% karhutla disebabkan manusia.

Menurut Bung Arjun Munthe, “Jika sebagian besar karhutla disebabkan oleh aktivitas manusia sebagaimana disampaikan Menteri Kehutanan, pemerintah harus menjelaskan bagaimana pengawasan, pencegahan, dan penegakan hukum dijalankan agar kebakaran dapat dicegah sejak dini.”

Pada 19 Oktober, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni juga menyatakan tidak ada alokasi dana khusus khusus untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga pemadaman dilakukan dengan mengoptimalkan anggaran atau pendanaan yang sudah tersedia serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Arjun Munthe menilai, bencana yang berulang setiap kemarau seharusnya sudah punya pos anggaran, bukan dihadapi dengan mencari dana alternatif saat api sudah berkobar.

Dari sisi penegakan hukum, Ketua DPP GMNI Bidang Kehutanan tersebut menghargai langkah pencabutan izin oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang awalnya mengumumkan penjatuhan sanksi administratif terhadap 26 perusahaan terkait Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Begitu juga dengan yang Polri secara resmi menetapkan 9 korporasi dan 223 orang sebagai tersangka pidana Karhutla dari total ratusan laporan polisi yang tersebar di berbagai Polda.

“Tapi, penindakan tidak boleh berhenti pada pengumuman sanksi dan penetapan tersangka. Pemerintah harus memastikan setiap proses hukum berjalan dengan transparan, kewajiban pemulihan dilaksanakan, dan perkembangan penanganannya dapat dipantau publik,” kata Arjun Munthe.

Arjun Munthe juga mencatat bahwa tekanan yang datang dari parlemen. Anggota Komisi IV DPR, Johan Rosihan menegaskan ‘keberhasilan penanganan karhutla harus diukur dari hasil nyata di lapangan.’ Anggota Komisi XII DPR Ateng Sutisna meminta Menhut menjelaskan ‘mengapa kebakaran masih berulang di areal yang pengelola dan kewajibannya sudah diketahui.’

Sementara itu, Presiden Prabowo telah menekankan Melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, bahwa pemerintah tidak boleh setiap tahun hanya sibuk memadamkan api. Sistem pencegahan harus diperkuat secara permanen melalui infrastruktur air dan kesiapan desa. Instruksi Presiden Prabowo inilah yang menurut Arjun Munthe semestinya sudah berjalan jauh sebelum Presiden harus turun tangan.

Arjun Munthe menegaskan bahwa persoalan karhutla tidak boleh berhenti sebagai evaluasi kinerja Menteri Kehutanan semata.

Presiden Prabowo Subianto juga harus memastikan bahwa instruksi pencegahan yang disampaikan kepada jajaran pemerintah benar-benar diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan.

“Lebih lanjut, Publik berhak mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas lemahnya pencegahan, bagaimana anggaran disiapkan, dan apa ukuran keberhasilan pemerintah dalam melindungi masyarakat dari karhutla. Jika kebakaran terus berulang, pemerintah harus membuka evaluasi kinerja secara transparan, bukan sekadar mengulang pernyataan komitmen,” tegas Arjun Munthe.

Atas situasi tersebut, DPP GMNI Bidang Kehutanan menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh terus menjadi korban dari kebakaran hutan dan lahan yang berulang setiap tahun. Pemerintah harus beralih dari pola penanganan yang bersifat reaktif menuju sistem pencegahan yang terencana, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

DPP GMNI Bidang Kehutanan menyampaikan tuntutan sebagai berikut;

1. Mendorong Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Menteri Kehutanan dan jajaran terkait dalam pencegahan serta penanganan karhutla.
2. Mendesak Kementerian Kehutanan membuka informasi anggaran pencegahan dan penanganan karhutla kepada publik.
3. Mendesak pemerintah memperkuat sistem pencegahan karhutla secara permanen dan terukur.
4. Mendesak penegakan hukum yang transparan, konsisten, dan tidak tebang pilih terhadap korporasi maupun individu yang terbukti bertanggung jawab atas karhutla.
5. Mendesak pemerintah menjamin perlindungan kesehatan dan keselamatan masyarakat terdampak asap karhutla.
6. Mendesak pemerintah membuka evaluasi penanganan karhutla secara berkala kepada publik dan DPR

Ketua DPP GMNI Bidang Kehutanan, Bung Arjun Munthe, menegaskan bahwa tuntutan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab gerakan mahasiswa dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintahan dan memperjuangkan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

“Rakyat tidak membutuhkan laporan laporan rapat dan janji penanganan setiap musim kebakaran. Rakyat membutuhkan udara bersih, perlindungan kesehatan, hutan yang terjaga, serta kepastian bahwa setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab akan ditindak sesuai hukum. Presiden Prabowo juga harus memastikan seluruh jajaran pemerintah agar bekerja dengan target yang terukur dan hasil yang bisa diperiksa publik. Jangan sampai setiap tahun rakyat menghirup asap, sementara pemerintah kembali sibuk menjelaskan mengapa kebakaran terjadi,” tegas Arjun Munthe.

DPP GMNI Bidang Kehutanan menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah dalam menangani karhutla harus diukur dari kemampuan mencegah kebakaran, melindungi masyarakat, menegakkan hukum, dan memulihkan ekosistem. ‘Penghargaan’ tersebut bersifat satire dan simbolis sebagai bentuk kritik konstruktif, serta membuka diri untuk berdialog dengan Kementerian Kehutanan terkait persoalan dan penanganan Karhutla tersebut.

Narahubung: Bung Arjun Munthe, Ketua DPP GMNI Bidang Kehutanan, Arjun.munthe1@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

yakinjp

maujp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

article 48666670301

article 48666670302

article 48666670303

article 48666670304

article 48666670305

article 48666670306

article 48666670307

article 48666670308

article 48666670309

article 48666670310

article 48666670311

article 48666670312

article 48666670313

article 48666670314

article 48666670315

article 48666670316

article 48666670317

article 48666670318

article 48666670319

article 48666670320

article 48666670321

article 48666670322

article 48666670323

article 48666670324

article 48666670325

article 48666670326

article 48666670327

article 48666670328

article 48666670329

article 48666670330

article 48666670331

article 48666670332

article 48666670333

article 48666670334

article 48666670335

article 48666670336

article 48666670337

article 48666670338

article 48666670339

article 48666670340

article 48666670341

article 48666670342

article 48666670343

article 48666670344

article 48666670345

article 48666670346

article 48666670347

article 48666670348

article 48666670349

article 48666670350

article 48666670351

article 48666670352

article 48666670353

article 48666670354

article 48666670355

article 48666670356

article 48666670357

article 48666670358

article 48666670359

article 48666670360

noticias 000000031

noticias 000000032

noticias 000000033

noticias 000000034

noticias 000000035

noticias 000000036

noticias 000000037

noticias 000000038

noticias 000000039

noticias 000000040

noticias 000000041

noticias 000000042

noticias 000000043

noticias 000000044

noticias 000000045

noticias 000000046

noticias 000000047

noticias 000000048

noticias 000000049

noticias 000000050

noticias 000000051

noticias 000000052

noticias 000000053

noticias 000000054

noticias 000000055

noticias 000000056

noticias 000000057

noticias 000000058

noticias 000000059

noticias 000000060

noticias 000000061

noticias 000000062

noticias 000000063

noticias 000000064

noticias 000000065

noticias 000000066

noticias 000000067

noticias 000000068

noticias 000000069

noticias 000000070

noticias 000000071

noticias 000000072

noticias 000000073

noticias 000000074

noticias 000000075

noticias 000000076

noticias 000000077

noticias 000000078

noticias 000000079

noticias 000000080

noticias 000000081

noticias 000000082

noticias 000000083

noticias 000000084

noticias 000000085

noticias 000000086

noticias 000000087

noticias 000000088

noticias 000000089

noticias 000000090

noticias 000000091

noticias 000000092

noticias 000000093

noticias 000000094

noticias 000000095

noticias 000000096

noticias 000000097

noticias 000000098

noticias 000000099

noticias 000000100

noticias 000000101

noticias 000000102

noticias 000000103

noticias 000000104

noticias 000000105

noticias 000000106

noticias 000000107

noticias 000000108

noticias 000000109

noticias 000000110

noticias 000000111

noticias 000000112

noticias 000000113

noticias 000000114

noticias 000000115

noticias 000000116

noticias 000000117

noticias 000000118

noticias 000000119

noticias 000000120

komunitas praya menyoroti perubahan pembahasan putaran gratis mahjong ways

selong tren diskusi mahjong wins tengah munculnya game digital baru

kreator konten tanjung mengangkat cerita perkembangan mahjong ways media sosial

sumbawa besar membahas tiga elemen visual mahjong wins 3 ubin emas naga scatter

komunitas digital semarang menelaah pengaruh animasi terhadap identitas game mahjong modern

yogyakarta menjadi sorotan diskusi perpaduan tradisi asia teknologi game

pengamat surabaya mengulas perubahan gaya ilustrasi seri mahjong digital

makassar membahas peran komunitas online menyebarkan tren konten mahjong

medan hingga palembang perbedaan perspektif penggemar terhadap visual mahjong ways

denpasar menyoroti perkembangan narasi budaya asia desain game mahjong kontemporer

sweet bonanza kabupaten pangkajene kepulauan mengenal mekanisme fitur putaran gratis

gates of olympus kabupaten muara enim perpaduan kisah mitologi teknologi animasi modern

lucky neko kota langsa cara simbol tradisional menyesuaikan diri selera generasi digital

wild bandito mahjong ways kabupaten garut perbandingan dua karakter visual berbeda

warga kabupaten lebak mengkaji cara membedakan klaim permainan informasi memiliki bukti

mahjong wins kota tanjungbalai menelaah fungsi simbol membentuk pengalaman visual

mengapa efek cahaya sering muncul fitur bonus pengamatan kabupaten tapanuli utara

lucky neko kabupaten hulu sungai selatan kombinasi karakter animasi ornamen bernuansa emas

gates of olympus kabupaten aceh besar memahami konsep peluang tanpa bergantung ramalan

sweet bonanza kota gorontalo menelusuri peran desain ceria membentuk identitas game

wild bandito kabupaten halmahera utara eksplorasi tema petualangan format interaktif

mahjong pgsoft kabupaten musi banyuasin perubahan pengalaman pengguna saat bermain melalui layar ponsel

princess starlight kota palangka raya mengulas fungsi cahaya elemen penceritaan

lucky neko sweet bonanza perbedaan pendekatan warna membangun identitas desain

warga kabupaten ende menelusuri pengaruh cerita budaya terhadap pembentukan karakter game digital

mengapa pemain lebih mudah mengingat kemenangan besar penjelasan bias ingatan kota madiun

bukan hanya hiburan warga kabupaten bekasi membahas pentingnya memahami batas pengeluaran digital

mahjong ways kabupaten magetan contoh memahami fenomena ilusi pola hasil acak

gates of olympus kota pagar alam menguraikan kesalahpahaman prediksi hasil permainan

warga kabupaten flores timur mengamati pengaruh notifikasi terhadap perhatian pengguna ponsel

sweet bonanza kota sukabumi membahas perbedaan ekspektasi pengguna peluang

wild bandito mahjong wins mengapa perbedaan desain bisa menarik kelompok pengguna beragam

lucky neko kabupaten tanah laut mengkaji simbol keberuntungan perspektif lintas budaya

literasi digital kabupaten sumbawa memahami rtp agar tidak terjebak penafsiran keliru

princess starlight kota tegal menelaah kontribusi tokoh pengalaman hiburan interaktif

article 88666670351

article 88666670352

article 88666670353

article 88666670354

article 88666670355

article 88666670356

article 88666670357

article 88666670358

article 88666670359

article 88666670360

article 88666670361

article 88666670362

article 88666670363

article 88666670364

article 88666670365

article 88666670366

article 88666670367

article 88666670368

article 88666670369

article 88666670370

informasi terbaru kabupaten belu 00000021

informasi terbaru kabupaten belu 00000022

informasi terbaru kabupaten belu 00000023

informasi terbaru kabupaten belu 00000024

informasi terbaru kabupaten belu 00000025

informasi terbaru kabupaten belu 00000026

informasi terbaru kabupaten belu 00000027

informasi terbaru kabupaten belu 00000028

informasi terbaru kabupaten belu 00000029

informasi terbaru kabupaten belu 00000030

informasi terbaru kabupaten belu 00000031

informasi terbaru kabupaten belu 00000032

informasi terbaru kabupaten belu 00000033

informasi terbaru kabupaten belu 00000034

informasi terbaru kabupaten belu 00000035

informasi terbaru kabupaten belu 00000036

informasi terbaru kabupaten belu 00000037

informasi terbaru kabupaten belu 00000038

informasi terbaru kabupaten belu 00000039

informasi terbaru kabupaten belu 00000040

informasi terbaru kabupaten belu 00000041

informasi terbaru kabupaten belu 00000042

informasi terbaru kabupaten belu 00000043

informasi terbaru kabupaten belu 00000044

informasi terbaru kabupaten belu 00000045

informasi terbaru kabupaten belu 00000046

informasi terbaru kabupaten belu 00000047

informasi terbaru kabupaten belu 00000048

informasi terbaru kabupaten belu 00000049

informasi terbaru kabupaten belu 00000050

informasi terbaru kabupaten belu 00000051

informasi terbaru kabupaten belu 00000052

informasi terbaru kabupaten belu 00000053

informasi terbaru kabupaten belu 00000054

informasi terbaru kabupaten belu 00000055

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

news-1701