DARURAT NAFAS: MASYARAKAT KORBAN KERUSAKAN EKOLOGIS DESAK PRESIDEN TETAPKAN KARHUTLA SEBAGAI BENCANA NASIONAL

DARURAT NAFAS: MASYARAKAT KORBAN KERUSAKAN EKOLOGIS DESAK PRESIDEN TETAPKAN KARHUTLA SEBAGAI BENCANA NASIONAL

Kebakaran berbulan-bulan mengancam kesehatan manusia, menghancurkan ekosistem hutan dan gambut, serta memperparah krisis lingkungan yang dampaknya melampaui batas negara.

PALANGKA RAYA, 16 Oktober 2026 — Masyarakat Korban Kerusakan Ekologis mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah sebagai BENCANA NASIONAL. Desakan ini berasal dari penderitaan masyarakat yang berlangsung dari bulan Juli sampai Oktober 2026 oleh kabut asap beracun, yang berdampak bagi kesehatan jangka panjang, rusaknya ekosistem hutan hujan tropis dan kawasan gambut yang berperan penting sebagai penyangga iklim bumi.

Melalui petisi “Darurat Nafas: Tetapkan Status sebagai Bencana Nasional dan Pastikan Tidak Berulang Lagi!” di Change.org, masyarakat yang sudah menandatangani petisi menyuarakan tuntutan agar negara hadir melindungi manusia dan memulihkan lingkungan. Kebakaran yang berlangsung dari Juli sampai Oktober 2026 bukan lagi persoalan pemadaman api semata. Ini adalah krisis kemanusiaan dan ekologis yang membutuhkan penanganan terpadu, sumber daya yang memadai, serta keputusan politik yang berpihak pada keselamatan masyarakat.

Pencemaran udara akibat karhutla di Kalimantan Tengah telah mencapai tingkat sebagai AKTOR PEMBUNUH JANGKA PANJANG . Pada 13 Oktober 2026, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palangka Raya mencapai 4.055, jauh melampaui ambang kategori berbahaya, yakni 300. Tingginya indeks ini menandakan bahwa pencemaran udara yang sangat-sangat ekstrem (pertama dalam sejarah dan mungkin kawasan pertama di dunia).

Salah satu penyebab yang perlu dicermati adalah partikel halus PM2.5 dari pembakaran vegetasi dan gambut. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru, memicu peradangan, serta memperburuk penyakit pernapasan dan kardiovaskular.

Dalam kondisi seperti ini, masyarakat menghadapi ancaman kesehatan yang serius, terutama anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta. Karhutla bukan sekadar persoalan hutan dan lahan yang terbakar, melainkan juga krisis kualitas udara yang menuntut penanganan segera dan menyeluruh.

KORBAN ASAP MENANGGUNG PENDERITAAN JANGKA PANJANG

Dampak karhutla tidak hanya dapat diukur melalui titik panas atau luas lahan terbakar. Karena ukuran sebenarnya adalah jumlah manusia yang terpapar asap, mengalami gangguan kesehatan, kehilangan kenyamanan hidup, dan terpaksa menjalani aktivitas sehari-hari dalam kondisi udara yang tercemar.

Kita semua tahu, korban asap karthutla ini mencakup orang-orang di Kalimantan, Malaysia dan Singapura . Korbannya lintas negara.

Di Kota Palangka Raya, Dinas Kesehatan mencatat 10.240 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak awal Juni hingga awal Oktober 2026. Data tersebut diberitakan ANTARA pada 5 Oktober 2026. Angka itu hanya mencakup kasus yang tercatat di Palangka Raya, sehingga belum menggambarkan keseluruhan beban kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah maupun wilayah Kalimantan lainnya yang terdampak.

Reuters juga melaporkan pada 15 Oktober 2026 bahwa lebih dari 283.000 kasus gangguan pernapasan tercatat di tujuh provinsi di Indonesia akibat kabut asap yang semakin meluas. Laporan yang sama menyebutkan bahwa estimasi kerusakan lahan akibat kebakaran di Indonesia pada 2026 berada pada kisaran 637.000 hingga 900.000 hektare, berdasarkan estimasi yang dirujuk dari kelompok lingkungan. Angka tersebut merupakan estimasi pada skala nasional, bukan angka khusus Kalimantan Tengah – namun untuk Karhutla 2026 ini, Kalimantan Tengah adalah yang terparah.

Data-data tersebut menunjukkan bahwa krisis karhutla tidak dapat dinilai hanya dari angka administratif luas kebakaran. Karena berkaitan dengan kesehatan manusia jangka dalam waktu lama (jangka panjang). Manusia membutuhkan udara bersih, pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta perlindungan dari paparan asap yang berulang.

Dalam menetapkan status bencana nasional seharusnya pemerintah MAMPU MEMBEDAKAN bahwa bencana kabut asap memiliki karakter yang berbeda dari tsunami, banjir besar, atau letusan gunung berapi. Pada bencana-bencana tersebut, kerusakan fisik dan korban sering kali terlihat secara langsung dalam waktu singkat. Namun sebaliknya, bencana asap berlangsung perlahan, berulang, dan dapat menimbulkan dampak kesehatan yang tidak langsung terlihat. Masyarakat menghirup udara tercemar selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, sementara paparan dapat memperburuk gangguan pernapasan dan meningkatkan risiko masalah kesehatan.

Korban asap tidak selalu terlihat dalam gambaran bencana yang dramatis (luka-luka, meninggal dalam konsisi menyedihkan sebagaimana korban tsunami atau gunung meletus). Mereka (korban kabut asap) adalah anak-anak yang harus menghirup udara tercemar, lansia yang rentan mengalami gangguan pernapasan, pekerja yang tetap harus beraktivitas, serta keluarga yang hidup dalam kecemasan ketika asap kembali menebal.

Oleh sebab itu, bencana kabut asap harus dicermati dan dinilai dari ancaman terhadap kehidupan manusia, lamanya paparan, beban kesehatan, luas kerusakan ekologis, dan kebutuhan penanganan yang sesungguhnya.

Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sudah tidak mampu lagi menangani areal kebakaran dan dampaknya bagi manusia di Kalimantan Tengah. Diperlukan campur tangan kebijakan nasional dan masyarakat Internasional.

YANG TERBAKAR BUKAN HANYA HUTAN, MELAINKAN PENYANGGA IKLIM BUMI

Kalimantan (khususnya Kalimantan Tengah yang terbakar hebat) adalah bagian penting dari ekosistem hutan hujan tropis dan gambut dunia (seringkali disebutkan sebagai paru-paru dunia). Ekosistem ini menyimpan karbon, mengatur tata air, menopang keanekaragaman hayati, dan berperan dalam menjaga kestabilan lingkungan.

Ketika hutan dan gambut terbakar, karbon yang tersimpan dilepaskan ke atmosfer. Habitat satwa rusak, vegetasi hilang, dan fungsi ekologis kawasan mengalami kemunduran. Pada lahan gambut, kebakaran dapat menjalar di bawah permukaan sehingga sulit dipadamkan dan berpotensi berulang ketika kondisi tetap kering.

Kerusakan tersebut tidak berakhir ketika api padam. Hilangnya tutupan vegetasi, perubahan kondisi hidrologis gambut, dan rusaknya habitat dapat memerlukan waktu panjang untuk dipulihkan. Pada saat yang sama, emisi dari kebakaran menambah beban gas rumah kaca di atmosfer.

Tahun 1977, John Bene sudah mengingatkan dunia melalui buku Trees, Food, and People: Land Management in the Tropics yang menjadi dasar pengelolaan pertanian agroforestry. Bahwa kerusakan hutan tropis akan mengubah iklim dunia yang kita kenal dengan pemanasan global. Oleh sebab itu, yang dijaga oleh manusia (PEMERINTAH) adalah habitat hutan tropis (hutan hujan dengan karakter aslinya).

Oleh sebab itu, kerusakan hutan dan gambut di Kalimantan Tengah (termasuk Kalimantan, Sumatera dan Papua secara umum) sangat jelas memperburuk persoalan perubahan iklim global. Perubahan iklim dapat memengaruhi pola hujan, suhu, dan risiko kekeringan. Sementara itu, El Niño dan La Niña merupakan fenomena iklim yang dipengaruhi interaksi kompleks antara laut dan atmosfer. Oleh sebab itu, kerusakan ekosistem akibat karhutla harus dipandang sebagai ancaman jangka panjang terhadap ketahanan lingkungan dan iklim. Dampak spesifik karhutla 2026 terhadap kekuatan El Niño atau La Niña MEMERLUKAN PEMBUKTIAN ILMIAH TERSENDIRI (ini tugas kaum cendekiawan), tetapi pelepasan karbon dan hilangnya fungsi ekologis hutan adalah HAL YANG HARUS MENJADI PERHATIAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT saat ini.

Dampak asap karhutla 2026 sudah memperburuk kualitas udara di negara-negara ASEAN. Ini berarti bukan sekedar persoalan masyarakat Indonesia semata.

Ketika asap bergerak mengikuti arah angin, pencemaran udara dapat menjangkau negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura. Artinya, kerusakan hutan dan gambut di Kalimantan bukan lagi persoalan lokal. Ini merupakan persoalan ekologis yang telah merusak kesehatan lintas negara.

Ini adalah contoh dari dampak perubahan iklim. Isu yang seringkali diabaikan manusia.

PEMERINTAH INDONESIA MELINDUNGI MANUSIA DAN MEMULIHKAN LINGKUNGAN UNTUK MENYELAMATKAN DUNIA

Kebakaran yang berlangsung berbulan-bulan dan dampak kesehatan yang terus dirasakan masyarakat adalah indikasi nyata bahwa perihal ini perlu ditangani dalam skala nasional dan melalui dukungan masyarakat Internasional. Pemerintah daerah sudah berupaya melakukan pemadaman, pelayanan kesehatan, dan penanganan dampak asap perlu didukung dengan pengerahan sumber daya lintas lembaga, koordinasi yang lebih kuat, serta pemulihan lingkungan yang terencana. Namun itu belum cukup. Kebakaran masih meluas. Pemerintah Daerah kewalahan dalam hal sumber daya dan sumber dana.

Pemerintah Kota Palangka Raya bahkan sudah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka kewalahan menangani karhutla ini. Ini kata lain dari menyerah (tidak punya dana dan sumber daya yang cukup karena skala korban yang besar).

Oleh karena itu, kami Masyarakat Korban Kerusakan Ekologis yang meneken petisi ini menilai bahwa penanganan yang ada belum mampu menjawab keseluruhan skala dan lamanya bencana. Karena itu, pemerintah pusat perlu mengambil langkah yang sepadan dengan ancaman yang dihadapi. Penetapan status BENCANA NASIONAL dilakukan berdasarkan skala bencana, dampak terhadap kehidupan masyarakat, kerusakan lingkungan, serta kemampuan yang dibutuhkan untuk penanganan secara menyeluruh.

Melalui petisi “Darurat Nafas”, masyarakat mendesak Presiden Republik Indonesia untuk:
1. Segera menetapkan status bencana nasional atas karhutla di Kalimantan Tengah, sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan mempertimbangkan dampak kemanusiaan dan ekologis yang berlangsung berkepanjangan. Rujukan logika – keselamatan manusia dan lingkungan adalah hal yang utama.
2. Memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak , termasuk pemeriksaan dan pengobatan gangguan pernapasan, perlindungan kelompok rentan, serta akses layanan kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung.
3. Mengerahkan sumber daya nasional untuk mempercepat pemadaman dan pengendalian kebakaran, terutama di kawasan hutan dan gambut yang sulit dijangkau dan berpotensi mengalami kebakaran berulang.
4. Menegakkan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas pembakaran dan kerusakan lingkungan, berdasarkan hasil penyelidikan serta ketentuan hukum yang berlaku.
5. Memulihkan ekosistem hutan dan gambut serta mencegah terulangnya karhutla, melalui pemulihan tata air, rehabilitasi kawasan yang rusak, pengawasan penggunaan lahan, dan langkah pencegahan jangka panjang.

Penetapan status bencana nasional bukan sekadar persoalan administratif. Bagi masyarakat yang telah berbulan-bulan hidup dalam kepungan asap, keputusan tersebut merupakan tuntutan agar negara memberikan perlindungan yang sepadan dengan besarnya ancaman terhadap keselamatan manusia dan keberlanjutan lingkungan.

DAMPAK BENCANA KARHUTLA BELUM BERAKHIR SAAT HARI HUJAN (BAHKAN SAAT BANJIR BANDANG)

Bencana tidak berakhir ketika api padam atau langit kembali terlihat biru karena TIBANYA MUSIM HUJAN (saat siaran pers ini ditulis, Palangka Raya hujan sejenak). Karena masyarakat membutuhkan pemulihan kesehatan, dan DUNIA MEMERLUKAN PEMULIHAN HUTAN TROPIS yang terbakar (Hutan serta gambut yang rusak juga membutuhkan pemulihan agar kebakaran serupa tidak terus berulang pada musim kemarau berikutnya).

Karhutla 2026 harus menjadi peringatan bahwa penanganan tidak cukup dilakukan sebagai respons musiman. Pemerintah perlu memastikan tindakan menyeluruh, mulai dari perlindungan korban, pelayanan kesehatan, penegakan hukum, pemulihan ekosistem, hingga pencegahan jangka panjang.

Melalui petisi “Darurat Nafas”, masyarakat meminta Presiden Republik Indonesia menetapkan Status Bencana Nasional. Jangan biarkan korban asap terus menanggung penderitaan, dan jangan biarkan kerusakan ekosistem penyangga iklim bumi berlangsung tanpa penanganan yang sepadan.

INFORMASI PETISI
Judul: Darurat Nafas: Tetapkan Status sebagai Bencana Nasional dan Pastikan Tidak Berulang Lagi!
Tautan petisi:
https://www.change.org/p/darurat-nafas-tetapkan-status-sebagai-bencana-nasional-dan-pastikan-tidak-berulang-lagi
Narahubung media: [kaperwil Kalteng Krisionardi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

yakinjp

maujp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

article 48666670301

article 48666670302

article 48666670303

article 48666670304

article 48666670305

article 48666670306

article 48666670307

article 48666670308

article 48666670309

article 48666670310

article 48666670311

article 48666670312

article 48666670313

article 48666670314

article 48666670315

article 48666670316

article 48666670317

article 48666670318

article 48666670319

article 48666670320

article 48666670321

article 48666670322

article 48666670323

article 48666670324

article 48666670325

article 48666670326

article 48666670327

article 48666670328

article 48666670329

article 48666670330

article 48666670331

article 48666670332

article 48666670333

article 48666670334

article 48666670335

article 48666670336

article 48666670337

article 48666670338

article 48666670339

article 48666670340

article 48666670341

article 48666670342

article 48666670343

article 48666670344

article 48666670345

article 48666670346

article 48666670347

article 48666670348

article 48666670349

article 48666670350

article 48666670351

article 48666670352

article 48666670353

article 48666670354

article 48666670355

article 48666670356

article 48666670357

article 48666670358

article 48666670359

article 48666670360

noticias 000000031

noticias 000000032

noticias 000000033

noticias 000000034

noticias 000000035

noticias 000000036

noticias 000000037

noticias 000000038

noticias 000000039

noticias 000000040

noticias 000000041

noticias 000000042

noticias 000000043

noticias 000000044

noticias 000000045

noticias 000000046

noticias 000000047

noticias 000000048

noticias 000000049

noticias 000000050

noticias 000000051

noticias 000000052

noticias 000000053

noticias 000000054

noticias 000000055

noticias 000000056

noticias 000000057

noticias 000000058

noticias 000000059

noticias 000000060

noticias 000000061

noticias 000000062

noticias 000000063

noticias 000000064

noticias 000000065

noticias 000000066

noticias 000000067

noticias 000000068

noticias 000000069

noticias 000000070

noticias 000000071

noticias 000000072

noticias 000000073

noticias 000000074

noticias 000000075

noticias 000000076

noticias 000000077

noticias 000000078

noticias 000000079

noticias 000000080

noticias 000000081

noticias 000000082

noticias 000000083

noticias 000000084

noticias 000000085

noticias 000000086

noticias 000000087

noticias 000000088

noticias 000000089

noticias 000000090

noticias 000000091

noticias 000000092

noticias 000000093

noticias 000000094

noticias 000000095

noticias 000000096

noticias 000000097

noticias 000000098

noticias 000000099

noticias 000000100

noticias 000000101

noticias 000000102

noticias 000000103

noticias 000000104

noticias 000000105

noticias 000000106

noticias 000000107

noticias 000000108

noticias 000000109

noticias 000000110

noticias 000000111

noticias 000000112

noticias 000000113

noticias 000000114

noticias 000000115

noticias 000000116

noticias 000000117

noticias 000000118

noticias 000000119

noticias 000000120

komunitas praya menyoroti perubahan pembahasan putaran gratis mahjong ways

selong tren diskusi mahjong wins tengah munculnya game digital baru

kreator konten tanjung mengangkat cerita perkembangan mahjong ways media sosial

sumbawa besar membahas tiga elemen visual mahjong wins 3 ubin emas naga scatter

komunitas digital semarang menelaah pengaruh animasi terhadap identitas game mahjong modern

yogyakarta menjadi sorotan diskusi perpaduan tradisi asia teknologi game

pengamat surabaya mengulas perubahan gaya ilustrasi seri mahjong digital

makassar membahas peran komunitas online menyebarkan tren konten mahjong

medan hingga palembang perbedaan perspektif penggemar terhadap visual mahjong ways

denpasar menyoroti perkembangan narasi budaya asia desain game mahjong kontemporer

sweet bonanza kabupaten pangkajene kepulauan mengenal mekanisme fitur putaran gratis

gates of olympus kabupaten muara enim perpaduan kisah mitologi teknologi animasi modern

lucky neko kota langsa cara simbol tradisional menyesuaikan diri selera generasi digital

wild bandito mahjong ways kabupaten garut perbandingan dua karakter visual berbeda

warga kabupaten lebak mengkaji cara membedakan klaim permainan informasi memiliki bukti

mahjong wins kota tanjungbalai menelaah fungsi simbol membentuk pengalaman visual

mengapa efek cahaya sering muncul fitur bonus pengamatan kabupaten tapanuli utara

lucky neko kabupaten hulu sungai selatan kombinasi karakter animasi ornamen bernuansa emas

gates of olympus kabupaten aceh besar memahami konsep peluang tanpa bergantung ramalan

sweet bonanza kota gorontalo menelusuri peran desain ceria membentuk identitas game

wild bandito kabupaten halmahera utara eksplorasi tema petualangan format interaktif

mahjong pgsoft kabupaten musi banyuasin perubahan pengalaman pengguna saat bermain melalui layar ponsel

princess starlight kota palangka raya mengulas fungsi cahaya elemen penceritaan

lucky neko sweet bonanza perbedaan pendekatan warna membangun identitas desain

warga kabupaten ende menelusuri pengaruh cerita budaya terhadap pembentukan karakter game digital

mengapa pemain lebih mudah mengingat kemenangan besar penjelasan bias ingatan kota madiun

bukan hanya hiburan warga kabupaten bekasi membahas pentingnya memahami batas pengeluaran digital

mahjong ways kabupaten magetan contoh memahami fenomena ilusi pola hasil acak

gates of olympus kota pagar alam menguraikan kesalahpahaman prediksi hasil permainan

warga kabupaten flores timur mengamati pengaruh notifikasi terhadap perhatian pengguna ponsel

sweet bonanza kota sukabumi membahas perbedaan ekspektasi pengguna peluang

wild bandito mahjong wins mengapa perbedaan desain bisa menarik kelompok pengguna beragam

lucky neko kabupaten tanah laut mengkaji simbol keberuntungan perspektif lintas budaya

literasi digital kabupaten sumbawa memahami rtp agar tidak terjebak penafsiran keliru

princess starlight kota tegal menelaah kontribusi tokoh pengalaman hiburan interaktif

article 88666670351

article 88666670352

article 88666670353

article 88666670354

article 88666670355

article 88666670356

article 88666670357

article 88666670358

article 88666670359

article 88666670360

article 88666670361

article 88666670362

article 88666670363

article 88666670364

article 88666670365

article 88666670366

article 88666670367

article 88666670368

article 88666670369

article 88666670370

informasi terbaru kabupaten belu 00000021

informasi terbaru kabupaten belu 00000022

informasi terbaru kabupaten belu 00000023

informasi terbaru kabupaten belu 00000024

informasi terbaru kabupaten belu 00000025

informasi terbaru kabupaten belu 00000026

informasi terbaru kabupaten belu 00000027

informasi terbaru kabupaten belu 00000028

informasi terbaru kabupaten belu 00000029

informasi terbaru kabupaten belu 00000030

informasi terbaru kabupaten belu 00000031

informasi terbaru kabupaten belu 00000032

informasi terbaru kabupaten belu 00000033

informasi terbaru kabupaten belu 00000034

informasi terbaru kabupaten belu 00000035

informasi terbaru kabupaten belu 00000036

informasi terbaru kabupaten belu 00000037

informasi terbaru kabupaten belu 00000038

informasi terbaru kabupaten belu 00000039

informasi terbaru kabupaten belu 00000040

informasi terbaru kabupaten belu 00000041

informasi terbaru kabupaten belu 00000042

informasi terbaru kabupaten belu 00000043

informasi terbaru kabupaten belu 00000044

informasi terbaru kabupaten belu 00000045

informasi terbaru kabupaten belu 00000046

informasi terbaru kabupaten belu 00000047

informasi terbaru kabupaten belu 00000048

informasi terbaru kabupaten belu 00000049

informasi terbaru kabupaten belu 00000050

informasi terbaru kabupaten belu 00000051

informasi terbaru kabupaten belu 00000052

informasi terbaru kabupaten belu 00000053

informasi terbaru kabupaten belu 00000054

informasi terbaru kabupaten belu 00000055

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

news-1701